Modern technology gives us many things.

Teori Komunikasi Massa

0

Teori Komunikasi Massa : YanuarCatur.id

Teori Komunikasi Massa – Karena saya dulu belajar mengenai Ilmu Komunikasi, berikut saya jabarkan informasi mengenai teori-teori dalam ilmu komunikasi massa:

1. Teori Peluru (The Bullet Theory)

Teori peluru ini juga akrab dikenal sebagai Hypodermic Needle Theory. Teori ini memaparkan bahwa media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi audience. Seperti jarum yang disuntikkan kepada pasien, maka audience secara spontan akan terpengarh pemikirannya. Hal ini tentu dapat berdampak pada perubahan sikap dan perilakunya.

2. Teori Spiral of Silence.

Teori ini merupakan teori yang mengungkapkan bagaimana individu yang minoritas hanya bersikap diam dan cenderung mengikuti pendapat mayoritas. Hal ini dilakukan agar tidak terkepung di tengah situasi mayoritas.

Media massa kerap memberitakan opini-opini dari minoritas (kelompok kiri) sebagai bahan utama. Hal ini lambat laun dapat berakibat bahwa opini dari minoritas tersebut berubah menjadi yang dominan karena efek dari pemberitaan media.

3. Agenda Setting Theory.

Pada mulanya, teori ini menetapkan media memberikan kebutuhan informasi kepada khalayak. Begitu pula sebaliknya, audience juga berharap kepada media agar dapat mensajikan informasi yang mereka inginkan. Namun hal ini tidak selalu berhasil. Intinya, agenda ini menuturkan bahwa apa yang dianggap penting oleh media, akan menjadi agenda penting pula bagi masyarakat.

 

4. Use and Gratifications Theory.

Teori ini berpandangan, khalayak memiliki pilihannya sendiri untuk menentukan media mana yang akan dijadikan sebagai sumber berita. Hal ini membuat audience lebih aktif dalam melakukan komunikasi. Seiring perkembangannya, para ahli seperti Elihu Katz dan Blumler menguraikan lima elemen dasar dari Teori Kegunaan dan Kepuasan ini.

  • Audience lebih aktif, sementara media berorientasi pada tujuan
  • Inisiative yang menghubungkan antara kebutuhan audience dan pilihan media terletak di tangan audience.
  • Media saling bersaing dengan sumber lain untuk memuaskan kebutuhan dari khalayak.
  • Khalayak memiliki kesadaran tentang penggunaan media.
  • Nilai pertimbangan mengenai keperluan audience dengan konten media harus dibentuk.

 

5. Teori Kategori Sosial.

Sekumpulan, kelompok, atau organisasi akan memberikan tanggapan yang homogen mengenai apa yang disampaikan oleh media.

 

6. Diffusion of Innovation Theory.

Teori Difusi dan Inovasi ini menempatkan orang yang memiliki informasi yang berpotensi mempengaruhi secara massal. Beberapa kelompok akan mengadopsi sebuah inovasi setelah mereka mendengar kabar tersebut. Sementara kelompok lain masih membutuhkan waktu lama untuk menerima inovasi tadi. Namun lambat laun inovasi akan diterima dan inilah yang dapat dikatan exploded atau meledak.

Dalam proses teori ini, Rodgers (1961) membagi kedalam empat elemen pokok:

  • Inovasi; gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia adalah inovasi untuk orang itu. Konsep ’baru’ dalam ide yang inovatif tidak harus baru sama sekali.
  •  Saluran komunikasi; ’alat’ untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Dalam memilih saluran komunikasi, sumber paling tidakperlu memperhatikan (a) tujuan diadakannya komunikasi dan (b) karakteristik penerima. Jika komunikasi dimaksudkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kepada khalayak yang banyak dan tersebar luas, maka saluran komunikasi yang lebih tepat, cepat dan efisien, adalah media massa. Tetapi jika komunikasi dimaksudkan untuk mengubah sikap atau perilaku penerima secara personal, maka saluran komunikasi yang paling tepat adalah saluran interpersonal.
  • Jangka waktu; proses keputusan inovasi, dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya, dan pengukuhan terhadap keputusan itu sangat berkaitan dengan dimensi waktu. Paling tidak dimensi waktu terlihat dalam (a) proses pengambilan keputusan inovasi, (b) keinovatifan seseorang: relatif lebih awal atau lebih lambat dalammenerima inovasi, dan (c) kecepatan pengadopsian inovasi dalam sistem sosial.
  • Sistem sosial; kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama.

7. Teori Perbedaan Individu.

Setiap audience memiliki selektifitas dalam menikmati sebuah media. Antara satu individu dengan yang lain memiliki perbedaan dalam menerima terpaan dari media.

Sumber-sumber:

-Rogers, E.M. dan Shoemaker, F.F., 1971, Communication of Innovations, London: The Free Press.

– wikipedia

– http://mancinginfo.blogspot.com/2012/11/teori-teori-komunikasi-massa.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.