Modern technology gives us many things.

Inilah Bus yang Pertama Kali Mempopulerkan Om Telolet Om

YanuarCatur.id

0

 Inilah Bus yang Pertama Kali Mempopulerkan Om Telolet Om

Demam om telolet om ini tampaknya tidak hanya terjadi dalam negeri, tapi sampai ke luar negeri. Lantas siapa yang mempopopulerkan om telolet om ini?

©bintang.com

Om telolet om sendiri adalah pekikan atau teriakan beberapa anak kecil yang berada di pinggir jalan ketika bus-bus maupun truk besar lewat.

Harapannya adalah bus tersebut membunyikan klakson yang memang memiliki nada.

Dikutip dari BBC Indonesia, bunyi klakson bernada unik tersebut sejatinya sudah ada sejak satu dekade lalu.

Klakson ini juga tidak spesifik dimiliki oleh jenis bus tertentu.

Tapi klakson unik ini merupakan hasil modifikasi yang dilakukan oleh perusahaan otobus (PO).

“Awalnya tiga corong, kemudian ada yang empat corong (lubang suara angin), bahkan ada yang enam lubang yang kemudian bunyinya dimodifikasi sesuai kreativitas,” kata Zainal Arifin dari Bismania Community kepada BBC.

“Konsepnya seperti nada dering monophonic ponsel, lagu-lagunya ondel-ondel, lagunya ‘Jablay’ Titi Kamal,” tambahnya.

Menurutnya, kebiasaan meminta klakson dimulai dari kebiasaan penggemar bus yang sering memotret bus. Dan balasannya, sang supir biasanya menyalakan lampu dim atau membunyikan klakson.

PO yang Mempopulerkan Telolet

©Google

Lalu siapa atau bus apa yang mengawali bunyik klakson yang unik tersebut?

Masih dari sumber yang sama, yang pertama mempopulerkan klakson telolet ini adalah PO Efisiensi.

Menurut Manajer Komersil PO tersebut, Syukron Wahyudi, 10 tahun lalu sang pemiliki PO terbang ke Arab Saudi kemudian mendengar bunyi klakson tersebut.

Setelah itu, sang pemilik memutuskan untuk membeli dan dipasangkan di armadanya.

Pada awalnya, klakson tersebut dipasang di bus reguler jurusan Cilacap Jogja, Purwokerto – Jogja, dan Purbalingga-Jogja.

Tidak seperti sekarang, awal mulanya klakson ini banyak yang tidak suka karena terlalu bising. Untuk itu, sopir diminta untuk tidak membunyikannya di beberapa tempat.

Namun cerita berbeda dimulai sekitar 3-4 tahun lalu karena mulai banyak PO yang menggunakan klakson ini.

 

Respon positif juga datang dari masyarakat karena di beberapa daerah, justru ada orang yang ingin sopir membunyikan klaksonnya, terlebih anak-anak yang meminta dengan slogan ‘Om Telolet Om’.

Apakah Anda juga tertarik dengan Om Telolet Om Challenge?

Leave A Reply

Your email address will not be published.