16 Elemen dalam Optimasi Artikel SEO

Apa itu artikel SEO? Seperti namanya, yaitu sebuah artikel atau tulisan yang sesuai dengan kaidah Search Engine Optimization (SEO).


Artikel SEO


Ada banyak sekali aturan dalam mengoptimalkannya, mulai dari penggunaan kata, keyword, dan lain-lain.

Pengertian artikel SEO juga bisa dikatakan untuk membuat artikel yang dapat dibaca oleh Google dan mendapatkan peringkat terbaik.

Lalu apa saja yang perlu dilakukan?

1. Artikel SEO Akan Optimal Bila Keyword Tertarget

Itulah mengapa saya berupaya menekankan bahwa riset keyword sangat penting untuk dilakukan sebelum membuat artikel SEO.

Sangat penting untuk mengombinasikan konten yang kita buat dengan hasil riset keyword yang kita lakukan.

Kita perlu menetapkan pilar konten dan memetakan keyword berdasarkan niche yang ingin kita garap.

Ada banyak cara untuk melakukan riset keyword. Seperti menggunakan Google Keywords Planner, MOZ, SEMRUSH, Ubersuggest, dan lain-lain.

Bila memang tujuan kita adalah optimasi SEO, maka hindari membuat konten yang tanpa rencana.

Siapkan langkah awal dengan melakukan riset keywords.

Ini harus menjadi dasar dari contoh artikel SEO kita nantinya.

Penting diketahui, bahwa keyword tersebut nantinya juga akan berpengaruh pada halaman blog kita.

Intinya, sangat penting untuk menentukan keyword di awal bila tidak ingin keteteran di awalnya.

Seperti halnya yang saya lakukan pada blog saya ini. Awal mulanya, blog saya ini adalah blog gado-gado atau isinya banyak topik dengan keyword ala kadarnya.

Namun pada setahun belakang saya ingin branding lagi dan lebih tertarget pada perkembangan SEO.

Secara perlahan, beberapa artikel baru saya, sudah mulai masuk di halaman pertama search engine Google. Salah satunya adalah karena saya selalu melakukan riset keyword sebelum membuat artikel.

Jadi, saran saya adalah baiknya kita lakukan riset keyword terlebih dahulu. Cara ini akan sangat mudah bila memang kita sudah memiliki niche tertentu.

2. URL Artikel yang Lebih SEO Friendly

Yang juga berpengaruh dalam perkembangan SEO adalah panjang-pendeknya sebuah url halaman (link).

Ada praktisi yang pernah menyebut bahwa 3-5 kata dalam URL sudah sangat baik untuk SEO. Yang pasti tidak terlalu panjang.

Atau tidak terlalu pendek dan jauh berbeda dengan pokok bahasan.

Kenapa cukup penting juga memahami struktur URL yang SEO friendly?

Sekarang coba bayangkan dua contoh tulisan seo friendly di bawah ini;


Yang mana yang kemungkinan besar akan kita klik pertama kali?

Hampir pasti url yang pertama.

Kenapa?

Alasan yang paling sederhana adalah karena link pertama berkaitan dengan konten yang disajikan.

Aturan paling mudah adalah pilih url yang pendek dan sesuai dengan keyword yang ingin kita optimasi.

Hasil studi dari Backlinko mengatakan bahwa url yang lebih pendek mendapat peringkat yang lebih baik daripada url yang terlalu panjang.

Pastikan untuk memasukan keyword target kita di url.

3. Optimasi Title Tag

Salah satu elemen penting artikel SEO lain adalah title tag.

Intinya, title tag ini nanti adalah judul artikel yang akan muncul di halaman mesin pencari Google.

Sebagai contoh, saya menggunakan title tag 16 Elemen Penting untuk Optimasi Artikel SEO pada artikel ini.

Yang disarankan adalah di bawah 60 karakter untuk mengatur title tag ini.

Dalam artikel saya sebelumnya juga telah dibahas bagaimana mengoptimalkan title tag untuk pembuatan artikel SEO. Simak lengkapnya di sini >> Cara Memasang Title Tag yang Friendly 

4. Optimization Meta Description

Anda mungkin sedikit bertanya kenapa meta descripsi ini cukup penting.

Salah satu alasanya adalah CTR.

Meta deskripsi adalah deskripsi yang ditampilkan pada SERPs.

Meta deskripsi yang baik dapat menjadi pembeda antara mendapatkan banyak klik atau tidak.

Pastikan untuk menambahkan meta deskripsi tak lebih dari 160 karakter untuk menghindari pemotongan otomatis. 

Bagaimana kiat untuk menulis meta deskripsi?

Simple. Pastikan kita memasukkan keyword target kita ke dalam meta description. Sebagai contoh artikel SEO saya kali ini.

”Bagaimana cara mengoptimalkan artikel SEO di blog kita? Berikut ini ada beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan.”

5. H1 Sudah?

H1 ini adalah judul artikel SEO kita nantinya.

Biasanya terletak di bagian Title pada CMS.

Jika menggunakan WordPress, ini paling sering kita jumpai ‘masukkan judul di sini' (enter title here):

Seperti artikel ini, saya menggunakan H1

16 Elemen Penting untuk Optimasi Artikel SEO

Tidak salah juga bila kita menetapkan H1 yang lain.


6. Selalu Update

Karena artikel saya ini belum saya publish, jadi belum bisa saya contohkan untuk artikel ini.

Namun, ada beberapa artikel lama (yang sudah diindex Google) untuk mengetahui maksud dari poin ini.

Artikel SEO


Kenapa artikel saya pada contoh di atas mendapatkan banyak klik? Karena terlihat tanggal terakhir update.

Pada dasarnya, banyak orang yang akan melihat sebuah artikel yang fresh atau artikel yang lebih baru. Terutama berkaitan dengan keyword Panduan.

Dalam beberapa kasus, kita juga perlu memperhatikan tanggal publikasi yang muncul di SERPs disamping konten tentunya.

Bila kita menggunakan WordPress, akan jauh lebih mudah dengan menggunakan plugin seperti WP Last Update Date.

Tanggal publikasi mungkin memang bukan faktor penentu peringkat di Google, namun hal ini dapat berpengaruh pada CTR yang pada gilirannya mampu mempengaruhi kinerja pencarian organik.

Lagi pula, akan sedikit yang berpikir bahwa mereka akan membaca sebuah panduan dari beberapa tahun silam.

7. Target Keyword Ada di Paragraf Pertama

Keyword sangat penting bukan hanya pada judul, melainkan di dalam konten kita.

Tapi, gunakan atau masukkan keyword tersebut sewajarnya dan tampak alami di dalam artikel SEO kita nantinya.

Terutama pada paragraf pertama.

Seperti contoh artikel SEO yang saya contohkan sebelumnya, Anda akan menemukan:

"Sepatu ini asli atau kw sih? Ya seperti itulah perasaan saya ketika sehabis membeli sebuah sepatu. Terlebih sepatu dengan brand terkenal, eh itu sudah pasti banyak yang edisi KW-nya. Seperti sepatu Adidas. Lalu seperti apa cara mudah membedakan sepatu Adidas asli dan palsu alias kw?"

Disarankan untuk menyertakan keyword pada paragraf pertama, idelnya pada 100 kata pertama.

8. Tag H2

Selain memerlukan H1 (Judul), kita juga perlu memperhatikan subjudul (H2) atau H3 jika masih ada subjudul lagi.

Jangan terjebak pada H1, buatlah H2 ini menjadi lebih bervariasi.

Misalnya (kembali contoh artikel saya sebelumnya biar lebih mudah).

Keyword utama saya adalah 'sepatu adidas asli' (H1), sementara H2 saya menggunakan kalimat 'Cara Mudah Membedakan Sepatu Adidas Asli dan Palsu'.

9. Menggunakan Image atau Video

Artikel hanya berisi teks?

Jika ini kita lakukan, maka itu bisa meningkatkan bounce rate (rasio pentalan). Dampaknya cukup negatif juga jika nilai bounce rate semakin tinggi.

Pasalnya, bounce rate adalah ketika berapa lama orang tinggal dan membaca artikel SEO milik kita.

Salah satu cara untuk meredam angka bounce rate ini adalah dengan menggunakan image atau video.

Informasi dari Hubspot menunjukkan bahwa 80% marketer yang menggunakan video mengaku memiliki nilai bounce rate yang rendah pada page mereka.

Menggunakan image atau video (termasuk infografis) akan membuat konten lebih mudah dibaca dan dinikmati.

Ini adalah faktanya.

10. Menggunakan Semantic Related Keyword

Sangat penting untuk memacu traffic dari sebuah artikel dengan mencantumkan semantic keyword yang relevan.

Sebelum algoritma Panda dan Hummingbird, search engine akan sangat dipenuhi dengan banyaknya keyword pada sebuah artikel.

Namun itu dulu.

Sangat baik bila kita mencantumkan semantic related keyword di dalam seluruh artikel kita.

Tapi pastikan untuk tetap membuat artikel kita terlihat alami dan natural.

Salah satu cara untuk menemukan semantic keyword bisa menggunakan LSIGraph.

11. Mobile Responsif

Google mulai melakukan indeks seluler pada bulan Maret 2018 lalu.

"Mobile-first indexing berarti bahwa kami akan menggunakan versi seluler untuk pengindeksan dan peringkat, dan untuk membantu pengguna menemukan apa yang mereka cari melalui seluler"

Kira-kira seperti itulah pernyataan Google pada waktu itu.

Bila blog kita sudah mendapat email dari Google Search Console mengenai hal ini, Selamat, blog kita sudah termasuk di dalamnya.

Artikel SEO


12. Outbond Link

Beberapa waktu lalu, mungkin banyak praktisi atau blogger yang takut menautkan link ke luar dalam artikel mereka.

Kenapa? Karena leaking page rank.

Namun pada akhirnya, ini hanyalah kekhawatiran mereka untuk mempertahankan rank terbaik yang mereka dapat saat ini.

Kita sendiri sebaiknya tidak khawatir akan hal tersebut.

Tapi yang perlu dipahami, alangkah baiknya untuk menautkan artikel yang masih terkait dengan konten kita.

Misalnya kita membuat artikel tentang panduan wisata, maka tautan ekternal bisa kepada tempat wisata, harga, hotel, atau wisata kuliner.

13. Internal Link

Ini tentu adalah keharusan. Menautkan link artikel lain di blog kita sendiri.

Yang paling penting adalah tautkan pada artikel yang masih terkait dengan tema bahasan pada artikel SEO kita.

Tapi berapa banyak internal link yang perlu ditambahkan?

Sebenarnya tidak ada aturan pasti mengenai hal itu.

Yang pasti hindari internal link yang terlalu banyak (lebih dari tiga kalau asumsi saya), dan jangan memaksakan menautkan pada keyword utama kita.

Tetapi tautkan pada kata yang lebih masuk akal dan menambah nilai halaman yang kita target.

14. Page Speed

Artikel SEO


Kecepatan halaman saat ini dapat menjadi faktor ranking dalam pencarian seluler (mobile search).

Jadi pastikan blog kita dapat diakses dengan cepat.

Untuk mengetahui kecepatan blog, kita bisa menggunakan tools seperti GooglePageSpeed atau GTmetrix.

15. Social Media Sharing

Meski bukan faktor peringkat secara langsung, namun sangat penting bila artikel kita dapat di share oleh pembaca melalui social media mereka.

Cara paling mudah untuk membantu pembaca share ke media sosialnya adalah dengan menyediakan tombol social media button.

Dengan menambahkannya di dalam contoh artikel SEO kita, maka pembaca akan dengan mudah berbagi (share) ke jaringan (teman dan koneksi) mereka di media sosial.

Traffic-pun juga bisa semakin tinggi.

16. Terakhir, Buat Contoh Artikel SEO yang Unik, Panjang, dan Bersifat Edukasi

Poin terakhir adalah buatlah artikel yang panjang, menarik, dan unik.

Berapa panjang sebuah artikel SEO?

Mengenai jumlah spesifik, hal ini tidak bisa dipastikan.

Tapi biasanya banyak yang memulai dengan menulis di atas 500 kata.

Namun yang pasti adalah buatkan artikel yang deep (dalam) dan membahas dengan sedetail mungkin.

Mengenai jumlahnya, ini bisa berbeda-beda tergantung pada niche yang kita target.

Berusaha untuk membuat artikel yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah dan mampu menjawab pertanyaan dari para pembaca.

Sangat mudah bukan untuk mengoptimalkan artikel SEO kita? Selamat menulis.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "16 Elemen dalam Optimasi Artikel SEO"

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih