Halaman Pertama Google (Studi Kasus Optimalkan Keyword)

Kali ini, saya akan coba share bagaimana agar blog atau website kita bisa muncul di halaman pertama Google.

Ketika kita membuat konten atau artikel pada sebuah blog/website, apa tujuan utamanya?

Setuju kalau jawabannya adalah agar semakin banyak yang membaca?

Ya mungkin masih ada yang menjawab 'hanya ingin sekadar berbagi' atau 'untuk meluapkan isi hati'.

Tapi pada ujungnya adalah kita ingin bahwa tulisan kita itu dibaca oleh banyak orang.

Nah, artikel saya kali ini adalah berusaha untuk membantu agar artikel di blog atau website kita muncul di halaman pertama Google.

Halaman Pertama Google (Studi Kasus Optimalkan Keyword)


Apa hubungannya?

Jelas ada lah.

Kita ambil contoh begini;

Anda sedang mencari informasi tentang daftar nama-nama suporter sepakbola di Indonesia.

Kemudian Anda mengetik di Google dengan kata kunci 'nama suporter sepakbola di Indonesia.

Lalu munculah beberapa artikel dan website di halaman pertama Google. Kemudian Anda mengklik salah satu artikel yang muncul tersebut.

Halaman Pertama Google (Studi Kasus Optimalkan Keyword)


Apa pelajarannya?

Ketika artikel di blog atau website kita muncul di barisan paling atas mesin pencari Google, praktis akan banyak traffic yang datang karena blog atau website tersebut muncul di halaman pertama Google.

Beda lagi jika setelah mencari di beberapa halaman baru muncul, artikel pada website tersebut akan sedikit peluangnya dibaca oleh pengguna Google.

Sudah paham kan? Mari kita lanjut...

Jenis Konten yang Paling Diinginkan Halaman Pertama Google


Sebenarnya, fokus saya pada artikel ini adalah bagaimana menembak keyword tertentu agar artikel bisa nongol di halaman pertama Google.

Jadi sebelum itu, saya anggap bahwa kita sudah bisa riset keyword, entah itu menggunakan Google Keyword Planner atau tools lain seperti keywordtool.io, Ubersuggest, aHrefs, Semrush, dan lain-lain.

Bagaimanapun, kita sebagai penulis harus tunduk kepada Google. Karena mereka yang menyediakan (menjadi media) antara kita dan juga calon pembaca (traffic).

Dan mereka (Google) melalui algoritmanya, ternyata sudah tahu jenis artikel atau konten seperti apa yang diingkan oleh keyword tertentu.

Kalau istilahnya sih ini disebut dengan Search Intent.

Intinya, Google bisa mengidentifikasi jenis kontent yang dibutuhkan pada keyword. Apakah itu artikel, video, atau landing page.

Sebagai contoh dengan menggunakan keyword 'Panduan Membuat Video'

Halaman Pertama Google (Studi Kasus Optimalkan Keyword)


Di halaman pertama Google (seperti pada gambar di atas), muncul beberapa konten berupa video. Berarti, Google lebih menyukai konten video dalam keyword tersebut.

Atau kita bisa mengambil contoh keyword 'Jual Beli Mobil Bekas'.

Halaman Pertama Google (Studi Kasus Optimalkan Keyword)


Kalau melihat hasilnya (gambar di atas), yang muncul di halaman paling atas adalah eCommerce atau marketplace yang berhubungan dengan jual beli mobil.

Mengapa Google memunculkan eCommerce atau Marketplace tersebut?

Google membaca bahwa orang yang mengetik di search engine dengan kata jual atau beli, pasti orang tersebut ingin menjual atau membeli mobil.

Maka dari itu, eCommerce atau MarketPlace yang menyediakan jual beli mobil pasti akan jadi rekomendasi pertama mereka.

Karena itu, setelah melakukan riset keyword dengan menentukan jumlah CPC dan volume terbaik, maka pertimbangkan search intent ini juga.

Bila masih ada yang kurang memahami search intent, silakan baca artikel saya sebelumnya tentang Search Intent.

Backlink itu Memang Penting, Tapi..


Sekarang kita coba masuk lebih ke dalam soal isi hati sang mantan.

Ah, apapula ini.

Bukan, maksud saya adalah lebih dalam mengenai membuat konten.

Yang saya maksud merupakan salah satu optimasi artikel pada kualitas SEO (Search Engine Optimization).

Kalau Anda sudah khatam dengan yang namanya SEO, maka jangan buang-buang waktu Anda untuk baca artikel ini.

Tapi jika Anda masih sedikit banyak mengetahui tentang SEO, terutama optimasi SEO pada artikel, maka tulisan kali ini sangat layak untuk Anda baca dan praktekan.

Pernah mendengar istilah backlink?

Kalau disederhanakan, backlink adalah ketika link (url) website atau artikel kita, ditautkan pada website atau artikel orang lain. Garis besarnya seperti itu.

Dan memang benar, mendapatkan backlink bisa mempengaruhi sebuah artikel blog atau website nangkring di halaman pertama Google.

Hanya saja masih dengan beberapa catatan.

Sepengalaman saya, backlink dari blog zombie itu justru bisa merugikan SEO sebuah blog atau website.

Apa blog zombie itu?

Mudahnya, blog zombie adalah blog yang sebelumnya sudah terhapus. Entah itu dihapus oleh si pemilik sebelumnya, atau oleh penyedia layanan. Blog zombie ini menggunakan platform gratis seperti blogspot.com, tumblr, dan lain-lain.
Saya tidak akan membahas blog zombie ini, karena memang saya hanya sekali menggunakannya jadi tidak terlalu berpengalaman mengenai zombie-zombiean.
Lanjut lagi ke backlink.

Bagaimana cara agar kita mendapatkan backlink yang bagus untuk dongkrak posisi blog atau website kita di halaman pencari Google?

Cara terbaiknya adalah membuat pembaca dengan ikhlas membagi link postingan kita ke apapun media mereka. Baik itu sosial media, ataupun blog.

Salah satu tekniknya adalah dengan membuat artikel yang benar-benar dibutuhkan dan menjawab kebutuhan tersebut.

Dalam kasus saya,

Saya coba membuat artikel tentang kata-kata promosi untuk online shop.

Jadi saya nembak keyword membuat kata-kata promosi online shop. Dan berusaha menyangi beberapa website atau blog yang lebih dulu.

Namun sampai saya menulis artikel ini, postingan saya tersebut masih berada di halaman kedua.

Halaman Pertama Google (Studi Kasus Optimalkan Keyword)


Ada beberapa hal yang jadi penyebabnya,

Karena blog saya ini tidak membahas satu target (niche) alias blog gado-gado.

Artikel lain dengan keyword yang sama lebih disukai oleh para pengunjung Google karena membahas lebih dalam ketimbang artikel dari blog saya.

Itulah mengapa bila ingin membuat blog atau website, sebaiknya pilih niche tertentu.

Selain itu, pastikan untuk optimasi artikel itu sendiri. Misalnya dengan membahas yang lebih dalam agar lebih disukai dan menjawab kebutuhan pengunjung dengan apa yang dicarinya.

Tujuannya adalah kembali, BACKLINK.

Dengan artikel yang membahas suatu masalah lebih dalam, dapat memberi sugesti kepada pembaca untuk men-share ataupun menaruh link artikel kita ke blog atau website mereka.

Mungkin dalam beberapa kasus, ada beberapa tulisan yang sangat singkat dan 'cukup buruk' namun berada di halaman paling atas. Saya sendiri kurang tahu teknik SEO apa yang digunakan.

Karena selama pengalaman, saya belum pernah menggunakan teknik-teknik seperti itu.

Pada next post, saya akan coba menjelaskan teknik optimasi keyword melalui Google Analytics. Tapi entah kapan saya postingnya 😄

Bila ada teman-teman yang ingin menambahkan, monggo tinggalkan di kolom komentar ya..

Semoga artikel tentang halaman pertama Google lewat optimasi keyword ini bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Halaman Pertama Google (Studi Kasus Optimalkan Keyword)"

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih