Jiplak Content Marketing Kompetitor Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

Content marketing jadi bagian vital dalam promosi. Dan ini juga bisa diperoleh dari pesaing kita.
"Kompetitor sedang melakukan testing A, jadi kita harus melakukannya juga"
Pernahkah dalam menjalankan bisnis, baik itu offline maupun online, sering mendengar pernyataan di atas? Atau bahkan mungkin sering melakukannya?

Dalam hal promosi bisnis online dan dunia iklan, saya sendiri memang pernah melakukannya. Karena seperti banyak pelaku bisnis online lain lakukan, yaitu dengan menjalankan prinsip amati dan tiru. Meskipun tidak semuanya demikian.

Karena terkadang, promosi yang kita lakukan kalah populer dibanding kompetitior. Tentu ini bisa membuat kita merasa iri dan berpikir keras bagaimana cara untuk menyaingi promosi mereka.

Cara paling mudah adalah dengan amati lalu tiru apa yang dilakukan kompetitor.

Sebagai contoh, lihat gambar di bawah ini bagaimana keduanya hampir sama (entah siapa yang lebih dulu menirunya).

Jiplak Content Marketing Kompetitor Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

Jiplak Content Marketing Kompetitor Bisa Jadi Senjata Makan Tuan


Memang tidak semua pelaku bisnis online melakukannya, namun ini cukup sering dilakukan sebagai sarana promosi dan menyaingi kompetitor.

Dalam gambar di atas mungkin cukup ekstrim karena memiliki design dan konten yang hampir sama.

Tapi, ada beberapa alasan kenapa kita sebaiknya menghindari menjiplak ide promosi dari kompetitior. Menjiplak di sini berarti hampir sama 100% dengan apa yang dilakukan kompetitor. Antara lain;

1. Kompetitor Sendiri Tidak Tahu Content Marketing Mereka


Maksudnya adalah kompetitor kita tidak tahu apa yang mereka lakukan dengan promosi tersebut.

Lebih mudahnya, ternyata kompetitor tersebut juga meniru dari tempat atau orang lain.

Artinya, jika kita menirunya, maka kita menjiplak sesuatu yang tidak asli. Dan ini yang ditakutkan.

Bisa saja kompetitor hanya mengcopy (tanpa editing) tanpa tahu maksud dari promosi yang dilakukan.

Atau bisa juga kompetitor menggunakan jasa dari pihak lain untuk mengisi bahan promosi. Namun, materi promosi yang mereka gunakan sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai content marketing.

Sebagai gantinya, kita sebaiknya memiliki ide sendiri yang lebih berkelas daripada hanya sekedar mengamati dan menjiplak konten marketing dari kompetitor.

2. Tidak Tahu Apakah Content Marketing Kompetitor Baik untuk Kita

Strategi content marketing yang dilakukan kompetitor mungkin memang benar-benar berhasil untuk mereka. Namun apakah hasilnya juga sama untuk kita?

BELUM TENTU.

Promosi yang dilakukan kompetitor mungkin sudah dilakukan lebih dulu sehingga mereka sudah memiliki database yang cukup. Seperti jumlah customer, subscriber, leads, dan lain-lain.

Ok. Katakanlah kita mengetahui dengan pasti konten mereka terlihat sangat bagus untuk promosi di social media. Tapi apakah kita tahu seberapa besar ROI (Return inInvestment) yang dihasilkan dari promosi tersebut?

Bagaimana cara mereka (kompetitor) berpromosi? Apakah cukup hanya dengan share status atau berbiaya (ads)?

Jika kita memang benar-benar ingin menjiplak konten kompetitor, sebaiknya kita perlu merenungkan beberapa pertanyaan tersebut.

3. Kita Tidak Memiliki Sumber Daya yang Sama


Sumber daya disini antara lain orang, tools, dan juga uang.

Saya pernah menerapkan ini (penjiplakan konten) dari beberapa klien. Mereka ingin konten dibuat semirip mungkin. Ya, cukup hanya dengan menjiplak.

Hasilnya? ZONK.

Penyebabnya antara lain mereka memiliki beragam tools yang mendukung, seperti robot messenger atau auto reply, dan beberapa tools lain. Selain itu, kompetitor tersebut juga dudukung oleh dana yang 'tidak terbatas' sehingga bisa meledakkan content marketing di segala penjuru sosial media melalui iklan.

Dan biasanya (tidak selalu demikian), para kompetitior memiliki seorang copywriting yang benar-benar full time. Sehingga kemampuan mereka semakin hari semakin fasih dalam menciptakan content marketing yang handal.

Sementara beberapa pelaku bisnis online mungkin tidak memilikinya dengan alasan bahwa belum mampu membayar copywriter secara penuh (full time). Sehingga jalan terbaik pelaku bisnis ini adalah dengan memanfaatkan jasa freelancer.

4. Memerlukan Strategi Content Marketing yang Berbeda


Seperti yang sudah saya singgung pada poin dua, bahwa content marketing kompetitor bisa jadi tidak efektif untuk bisnis kita.

Mungkin beberapa dari kita sebagai pelaku bisnis online beranggapan bahwa menjiplak konten promosi kompetitor juga akan berhasil untuk bisnis kita.

TIDAK.

Meskipun memiliki konten yang hampir sama, namun hasilnya bisa jadi sangat timpang.

Audience dari bisnis kita mungkin lebih tertarik pada konten visual. Jadi ketika kita menciptakan copywriting yang menurut kita cukup handal, hasilnya juga pasti kurang maksimal.

Jadi intinya adalah berikanlah apa yang diinginkan oleh audience kita, dan buka apa yang menurut kompetitor inginkan.
Jiplak Content Marketing Kompetitor Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

Apa Boleh Menjiplak Content Marketing Kompetitor?


Kalau menurut saya boleh-boleh saja sih, namun ini sangatlah tidak etis dan kurang kreatif. Kalaupun ingin menjiplak content marketing mereka, ada beberapa hal yang harus diperhatikan;


1. Set a Goal

Walaupun mencontoh strategi content marketing kompetitor, Anda juga harus memiliki tujuan (goal) pada setiap komponen promosi Anda. Mulai dari pembuatan content, paid search, email, sosial media, SEO, maupun desainnya.

Sebagai contoh, seperti dikutip dari iContact, goal dari email marketing antara lain:
  • Meningkatkan sales
  • Memberikan konten yang relevan
  • Web traffic

Ketika kita memiliki sebuah goal atau strategi, maka kita akan tetap fokus pada strategi marketing yang telah kita rencanakan, bukan terpengaruh oleh strategi kompetitor.

2. Gunakan Alat maupun Orang yang Pas untuk Content Marketing Bisnis Kita

Mungkin ada pepatah yang mengatakan,
"pekerja yang buruk akan selalu menyalahkan alatnya"
Ini menggambarkan bahwa seseorang yang kompeten akan tetap kompeten terlepas dari alat yang mereka gunakan. Namun, tidak selamanya demikian.

Tools yang baik juga akan dapat meningkatkan kemampuan seorang content marketing.

Misalnya tools untuk email list (subscriber). Tools ini sangat membantu untuk mengelompokkan daftar email, sehingga kita dengan mudah untuk menciptakan konten tertentu dalam setiap list email.

Selain dengan toolsnya, kita juga sebaiknya fokus pada orang yang kompeten untuk menciptakan konten menarik dalam sebuah promosi.

Asal diketahui, kompetitor kita mungkin berani membayar mahal copywriter agar tetap bekerja untuk mereka. Tentu saja pertimbangannya adalah konten yang dibuat memang sangat efektif dalam setiap promosi yang mereka lakukan.

Tentu, cara ini akan berbeda jika kita bisa melakukannya sendiri. Kalaupun bisa, you will not have much time for research other element.

3. Analisa dengan Seksama

Kalaupun kita tidak bisa menjiplak konten marketing kompetitor (karena penggunaan bahasa misalnya), masih ada beberapa hal lain yang bisa kita tiru. Salah satunya adalah targeting.

Kenapa promosi mereka (kompetitor) berhasil? Selain dari konten, mungkin juga faktor targeting.

Atau bisa juga dengan subscribe newletter dari kompetitor. Disini kita akan tahu bagaimana cara kompetitor menghadapi pelanggan lama, pelanggan baru, hingga penawaran terbatas yang mereka lakukan. Analisa semua yang kita bisa sehingga nantinya kita bisa tahu mana yang berhasil untuk kita atau tidak.

Dengan cara ini, kita akan tahu langkah tepat dalam menentukan content marketing strategy yang tepat untuk promosi bisnis kita. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jiplak Content Marketing Kompetitor Bisa Jadi Senjata Makan Tuan"

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih