Home Cerita Fenomena Sumur Ambles, Sekarang Sudah 70 Sumur

Fenomena Sumur Ambles, Sekarang Sudah 70 Sumur

Sumur ambles
Sumur ambles

Sebenarnya, fenomena seperti ini sudah bukan hal baru. Tapi kalau jumlahnya cukup banyak dan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan, pasti ada sesuatu.

Fenomena Sumur Ambles, Sekarang Sudah 70 Sumur

Sumur ambles
Sumur ambles

Ya, fenomena ini terjadi di wilayah Kabupaten Kediri, tepatnya di wilayah Kecamatan Puncu.

Menurut laporan dari Radio Andika melalui akun facebook resmi mereka, fenomena ini terjadi dimulai pada Senin (24/04) sore. Sumur warga yang ambles ini sejumlah 17 buah di Dusun Nanas Desa Manggis, Puncu.

Sementara di Dusun Dorok, Desa Manggis ada 31 Sumur warga yang ambles. Kemudian di Dusun Jambean, Desa Manggis ada 11 sumur warga yang ambles.

Selanjutnya pada hari Rabu, sekitar jam 11.00 siang, di Dusun Nanas, Desa Manggis ada lagi 4 Sumur warga yang ambles. Sementara Kamis siang sekitar jam 12.00 WIB satu sumur warga kembali ambles di dusun Manggis, Puncu.

Kenapa bisa terjadi seperti ini?

Ambles Sedalam 2-3 Meter
Fenomena Sumur Ambles, Sekarang Sudah 70 Sumur

Sementara itu, menurut laporan dari Kompas.com, rata-rata sumur yang ambles di kedalaman 2-3 meter.

Pemerintah Kabupaten Kediri sendiri masih terus mencari tahu penyebab fenomena ini.

“Kita mintakan tim ahli dari PVMBG untuk melakukan penelitian,” kata Wakil Bupate Kediri, Masykuri Iksan dikutip dari laman Kompas.com.

Beruntung dalam peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Kini warga yang sumurnya ambles memanfaatkan droping air bersih yang disediakan oleh PDAM Kabupaten Kediri.

Pakar: Karena Retakan Tanah
Fenomena Sumur Ambles, Sekarang Sudah 70 Sumur

Tentu saja fenomena ini cukup menarik perhatian banyak ahli dan pakar bencana.

Menurut Koordinator Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS, Amien Widodo, banyaknya sumur ambles karena terjadinya retakan tanah.

“Kalau sudah 55 sumur itu cukup parah, bisa jadi nanti tahap airnya hilang dan tanahnya ambles,” ujarnya dikutip dari laman TribunJatim.com.

“Fenomena ini tidak karena penebangan 1 atau 2 tahun yang lalu, tapi belasan tahun lalu. Sekarang baru dampaknya terlihat semua,” tambah Amien.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here