Hari Pohon Sedunia, Bebaskan dari Unsur Politik

Sebelumnya, saya tidak pernah menyangka akan adanya hari pohon sedunia. Tapi ternyata wawasan saya masih sangat cetek dan dangkal.




Hari Pohon Sedunia, Bebaskan dari Unsur Politik
©depoktren


Pernah lihat bentuk pohon seperti gambar di atas?

Atau malah Anda ini yang ikut menancapkan gambar-gambar orang yang memiliki kepentingan khusus di pohon? Saya harap tidak ya!

Kenapa sih pohon-pohon ikut dijadikan saran berpolitik atau kegiatan promosi lainnya?

Orang atau kegiatan yang posternya ikutan di tancap di pohon biasanya adalah orang atau kegiatan tanpa modal.

Salah satunya adalah keengganan pihak tersebut bermitra dengan pengurus izin.

Ya, biasanya segala bentuk promosi di tempat umum pasti ada izinnya.

Dan ada dua kemungkinan kenapa poster-poster itu ada di pohon. Karena tanpa modal (asal tancap), atau memang ada oknum yang mengizinkan!

Dunia ini memang kejam, lebih kejam lagi kalau uang yang berkuasa. Entahlah.

Yang pasti saya ingin ikut merayakan hari pohon sedunia saja ya.

Hari Pohon Sedunia

Hari Pohon Sedunia, Bebaskan dari Unsur Politik
©Unnes.ac.id


Ya benar sekali.

Setiap tanggal 21 November juga diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia.

Tanggal tersebut dipilih sebagai hari pohon sedunia untuk menghormati jasa-jasa J. Sterling Morton. Siapa dia?

J. Sterling Morton merupakan seorang pecinta alam dari Amerika. Ia sangat gigih mengkampanyekan gerakan menanam pohon.

Pada awalnya alasannya sederhana, yakni ia berharap adanya pohon untuk berteduh, pemecah angin, dan fungsi pohon lainnya.

Berangkat dari sana, banyak orang yang mulai  menyetujui ajakannya untuk peduli pada pohon.

Gerakan Menanam Pohon

©PikiranRakyat

Mungkin semacam ini tidak perlu harus dituntun ya.

Namun berhubung masih banyak yang belum sadar akan pentingnya lingkungan (termasuk saya sih), maka pendongkrak gerakan harus tetap ada.

Seperti halnya yang digalakkan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, MSc yang saya  kutip dari laman resminya MenLH.go.id,

"Gerakan penanaman pohon menjadi salah satu aksi kongkrit  dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan. Dengan menanam jenis pohon yang tepat sesuai dengan tapak, tujuan, dan manfaat, kita dapat mengatasi permasalahan lahan kritis, serta menghasilkan alternatif sumber energi terbarukan disamping mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Karena itu, kementrian LHK mengajak para guru, dosen, dan rektor seluruh Indonesia untuk terus menumbuhkembangkan budaya cinta lingkungan sejak dini melalui “Gerakan Menanam Pohon”, karena menanam pohon:


  1. Merupakan suatu ibadah, pohon yang kita tanam disamping mempunyai nilai ekonomis, juga akan memberikan maslahat yang besar bagi ekosistemnya, seperti oksigen, air, suhu dll yang nilainya jauh lebih besar.
  2. Nilai ekonomis dan manfaat bagi ekosistem tersebut, pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Ya seperti itulah kira-kira.

Selamat Hari Pohon Sedunia ya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hari Pohon Sedunia, Bebaskan dari Unsur Politik"

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih