Hypodermic Needle Theory


Sejarah dan latar belakang

Suatu konsep penting untuk memahami cara kerja komunikasi massa dengan konsep “penjaga gawang” (gatekeeper). Seorang gatekeeper adalah orang yang memilih, mengubah, dan menolak pesan dan dapat mempengaruhi aliran informasi kepada seseorang ataupun sekelompok. Konsep ini sangat relevan untuk komunikasi massa.

Media massa memiliki kemampuan dalam mempengaruhi perilaku dan sifat seseorang. Pada jaman perang, penguasa menjadikan media massa sebagai alat propaganda untuk menakuti musuh dan menciptakan loyalitas kepada rakyat untuk mendukung kebijakan penguasa tersebut. Model komunikasi massa yang berlaku pada saat itu adalah model linear, yaitu komunikator menyebarluaskan pesan melalui media massa, yang ditujukan pada khalayak.

Pada sisi lain masyarakat membutuhkan informasi dari media massa, termasuk juga informasi komersial. Terjadilah lingkaran simbiosis mutualisma. Pada fase ini, media massa bukan lagi barang langka. Dengan begitu masyarakat sebagai khalayak bisa dengan mudah menenttukan pilihan darimana sumber sebuah informasi yang di butuhkan.

Setiap terjadinya perkembangan media selalu melahirkan konsep atau theory baru dalam ilmu komunikasi. Kemampuan media dalam menghubungkan individu komunikasi dijadikan acuan dalam membentuk suatu teori dan konsep baru dalam ilmu komunikasi.

Dalam membangun theory melalui komunikasi bermedia, tidak saja menghasilkan dan berupa statement-statement saja melainkan juga menggunakan model-model. Meskipun model-model tersebut tidak menguraikan deskripsi, prediksi dan eksplanasi tujuan area fokus pengamatan, tetapi sebuah model menyediakan hubungan antara komponen dalam proses komunikasi dan menerangkan bagaimana komponen tersebut beroperasi” (Mulyana, 2005, 208).

Pada umumnya khalayak dianggap hanya sekumpulan orang yang homogen danmudah dipengaruhi. Sehingga, pesan-pesan yang disampaikan pada mereka akan selalu diterima. Fenomena tersebut melahirkan teori ilmu komunikasi yang dikenal dengan teori jarum suntik (Hypodermic Needle Theory). Teori ini menganggap media massa memiliki kemampuan penuh dalam mempengaruhi seseorang.

Teori peluru ini merupakan konsep awal sebagai effek komunikasi massa yang oleh para teoritis komunikasi tahun 1970 an dinamakan pula hypodermic needle theory yang dapat diterjemahkan sebagai teori jarum hipodermik. Teori ini ditampilkan pada tahun 1950 an setelah peristiwa penyiaran kaleidoskop stasiun radio CBS di Amerika berjudul “The Invasion From Mars”.

Hypodermic Needle Theory
©SickChirpse


Wilbur Schramm pada tahun 1950 an itu mengatakan bahwa seorang komunikator dapat menembakkan peluru komunikasi yang begitu ajaib kepada khalayak yang pasif tidak berdaya. Tetapi pada tahun 1970 an Scrhamm meminta pada khalayak peminatnya agar teori peluru komunikasi itu tidak ada, sebab khalayak yang menjadi sasaran media massa itu ternyata tidak pasif.

Model magig bullet theory atau teori jarum suntik. Asumsi dari teori ini tidak jauh berbeda dengan model SOR, yakni bahwa media secara langsung dan cepat memiliki efek yang kuat tehadap komunikan.

Gambar : Model jarum hipodermik


Sumber : http//jurnalkomunikasi.com

INTI TEORI JARUM SUNTIK

Teori ini berkembang di sekitar tahun 1930 hingga 1940an. Dan ini merupakan teori media massa pertama yang ada. Teori ini mengasumsikan bahwa komunikator yakni media massa digambarkan lebih pintar dan juga lebih segalanya dari audience.
Teori ini memiliki banyak istilah lain. Biasa kita sebut Hypodermic needle ( teori jarum suntik ), Bullet Theory ( teori peluru ) transmition belt theory ( teori sabuk transmisi ). Dari beberapa istilah lain dari teori ini dapat kita tarik satu makna , yakni penyampaian pesannya hanya satu arah dan juga mempunyai efek yang sangat kuat terhadap komunikan.

Dari beberapa sumber teori ini bermakna :





  • Memprediksikan dampak pesan pesan komunikasi massa yang kuat dan kurang lebih universal pada semua audience ( Severin, Werner J.2005: 314

  • .





  • Disini dapat dimaknai bahwa peran media massa di waktunya ( sekitar tahun 1930an ) sangat kuat sehingga audience benar mengikuti apa yang ada dalam media massa.
    Selain itu teori ini juga di maknai dalam teori peluru karena apa yang di sampaikan oleh media langsung sampai terhadap audience. ( Nurudin . 2007 : 165 )

  • .





  • Kekuatan media yang begitu dahsyat hingga bisa memegang kendali pikiran khalayak yang pasif dan tak berdaya. ( http//jurnalkomunikasi.com )
  • .
    Dari sini kita ketahui bahwa teori peluru adalah :
    Sebuah teori media yang memiliki dampak yang kuat terhadap audiencenya sehingga tak jarang menimbulkan sebuah budaya baru dan penyaampaiannya secara langsung dari komunikator yakni media kepada komunikan ( audience ).
    beberapa hal yang juga ada dan menjadi bagian yang sangat penting ada dalam teori ini antara lain :





  • Media : dalam hal ini berperan sebagai komunikator, dan komunikator di sini sifatnya adalah melembaga dan bukan perorangan

  • .





  • Pesan : disni pesan adalah isi atau hal yang disampakan oleh media tersebut

  • .





  • Audience : audience berfungsi sebagai komunikan yang menerima pesan dari komunikator
  • .
    Komunikator yakni media juga memiliki kriteria yang ada :





  • kredibilitas media tersebut

  • .





  • daya tarik dari media tersebut

  • .





  • kekuasaan media
  • .
    Pesan yang di sampaikaan juga memiliki beberapa unsur :





  • struktur pesan tersebut

  • .





  • gaya dari pesan tersebut

  • .





  • appeals dari pesan tersebut.
  • .
    Dan selain itu sebagai komunikan, ada beberapa perubahan atau efek yang di harapkan diantaranya :





  • perubahan afeksi dari komunikan

  • ,





  • perubahan behaviour dan

  • .





  • perubahan kognisi

  • Jadi disini media benar mempunyai kekuatan yang sangat kuat untuk mempengaruhi audience.

    TERAPAN TEORI TERHADAP MASYARAKAT

    Masyarakat bukanlah atom- atom yang mengalami alienasi, melainkan agen-agen yang akan menunjukkan kemampuan subyektivitasnya dalam menanggapi pesan-pesan media. Masyarakat merupakan pihak yang dapat bertindak aktif untuk membaca dan memaknai setiap pesan media yang melintas dan menghunjam benak kesadarannya. Masyarakat mampu menunjukkan kelihaiannya dalam menegosiasikan pesan-pesan media.

    Sampai pada titik yang sulit diramalkan kepastiannya, masyarakat pun akan melakukan oposisi atau perlawanan terhadap pesan-pesan media itu sendiri. Selain dipertimbangkan, pesan-pesan media akan mendapatkan subversi tanpa henti.

    Contoh yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah, pada iklan air mineral yang bermerek Aqua. Dimana pada saat produk air mineral ini dipublikasikan, secara langsung bisa mempengaruhi asumsi khalayak bahwasanya air mineral itu adalah aqua. Sehingga sampai saat ini aqua sudah terdoktrin di ingatan khalayak. Walaupun sudah banyak merek-merek air mineral yang bermunculan.


    Kelemahan dan kekuatan theory hypodermic needle theory
    Pada dasarnya setiap theory memmpunyai kekuatan dan juga kelemahan. Dan tentunya beberapa teori tersebut hanya bisa berkembang di masanya dan juga mengalami penyempurnaan seperti teori ini yang juga terus mengalami perkembangan.

    Kekuatan teori jarum suntik :





  • media memiliki peranan yang kuat dan dapat mempengaruhi aveksi, kognisi dan behaviour dari audiencenya.

  • .





  • Pemerintah dalam hal ini penguasa dapat memanfaatkan media untuk kepentingan birokrasi ( negara otoriter )

  • .





  • Audience dapat lebih mudah di pengaruhi

  • .





  • Pesanya lebih mudah dipahami
  • .
    Sedikit kontrol karena masyarakat masih dalam kondisi homogen.
    Kelemahan teori jarum suntik :





  • keberadaan masyarakat yang tak lagi homogen dapat mengikis teori ini
    tingkat pendidikan masyarakat yang semakin meningkat

  • .





  • Meningkatnya jumlah media massa sehingga masyarakat menentukan pilihan yang menarik bagi dirinya

  • .





  • Adanya peran kelompok yang juga menjadi dasar audience untuk menerima pesan dari media tersebut
  • .

    KESIMPULAN

    Salah satu teori komunikasi massa dalam media adalah hypodermic theory atau biasa yang disebut dengan teori jarum suntik. Artinya media massa sangat mempunyai kekuatan penuh dalam menyampaikan informasi. Apa pun pesan yang disiarkan oleh media bisa dengan sendirinya dapat mempengaruhi khalayaknya.

    Teori ini menyatakan bahwa efek-efek merupakan reaksi spesifik terhadap stimuli yang spesifik pula. Jika seseorang menerapkan teori ini dapat mengharapkan dan memprediksikan hubungan yang dekat antara pesan media dan reaksi khalayak.

    Untuk mengkaji pengaruh pesan pada khalayak, diperlukan lebih banyak fariabel, antara lain jenis informasi yang diikuti dari media, frekuensi dan intensitas mengikuti informasi tersebut, dan juga variabel-variabel internal kahalayak sendiri seperti, tingkat pendidikan dan wawasan, jenis kelamin, tingkat usia, dan kelompok sosial lainnya.

    Teori ini, sebagaimana diuraikan Denis McQuail dan Sven Windahl (dalam Communication Models: For the Study of Mass Communications, 1981: 42) mengandaikan keterlibatan tiga elemen, yakni (1) stimulus atau rangsangan dalam wujud pesan- pesan atau informasi; (2) organisme yang tidak lain merupakan khalayak yang berkedudukan sebagai penerima pesan; dan (3) respons yang merupakan efek yang dipastikan muncul sebagaimana yang dikehendaki oleh pemberi pesan.

    Ringkasnya adalah khalayak yang diberlakukan layaknya organisme biologis akan menyajikan tanggapan yang pasti sesuai dengan rangsangan yang disemburkan oleh sumber yang memberikan informasi. Jalinan stimulus- organisme-respons (S-O-R) pun dengan sendirinya akan tertata dengan rapi.


    Oleh;
    Widia Astutik ( 05220194 )
    Gagah Adi .N. ( 06220123 )
    Vita Setya .C. ( 06220224 )
    Prahatma Dyan Nugroho ( 06220252 )
    Bayu Kristianto ( 06220265 )
    Yanuar Catur .P. ( 06220286 )
    Annisa Nahdya Safitri ( 06220324 )


    DAFTAR PUSTAKA

    Bland Michael, dkk. 2001. Hubungan Media Yang Efektif. Jakarta : ERLANGGA
    J. Severin dan Tankard. 2008. Teori Komunikasi. Jakarta : Kencana: Media
    Pressindo.
    Mulyana Deddy. 2005. Konteks –Konteks Komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
    Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Rajawali Pers.
    _______ . 2004. Komunikasi Massa. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.


    Bagi Anda yang ingin membuat website dengan harga yang PAS di kantong, maka jangan berpikir dua kali untuk memilih DewaWeb sebagai pilihan Anda. Dapatkan diskon menarik cloud hosting murah, domain murah, SSL murah, dan lain-lain. Buruan pilih DEWAWEB.com



    Subscribe to receive free email updates:

    22 Responses to "Hypodermic Needle Theory"

    1. nice posting mas yanuar terimakasih sudah share disini untuk menambah pengetahuan susah lo didapatkan info seperti ini

      BalasHapus
    2. nambah ilmu nih mampir ke sini. kalo mainstreaming itu salah satu tools Hypodermic Needle Theory gak ?

      BalasHapus
    3. Siiip nice sharing bro .thanks.

      BalasHapus
    4. Lengkap sob....makasih sharingnya..

      BalasHapus
    5. Wuaduh otak saya masih Celeron Mas Yan, ndak nyambung blas, malah tambah mumet, mending ngomongin tntng Ijo,

      BalasHapus
    6. Pertama-tama selamat untuk baju barunya.
      Mohon maaf baru sempat mampir.

      BalasHapus
    7. hypodermic theory, aku baru tau tentang teori ini.
      Makasih sobat.

      BalasHapus
    8. bikin makalah tah yannnnn??? hahahha eh aku baca ijomu... hemmm masih ga paham... hehehe bertanya2 itu ijopunkjutee gak sih? :p

      BalasHapus
    9. Ada yg baru nih.....seger liat ijo...
      bener masyarakatlah yg jd penentu,nice posting

      BalasHapus
    10. oo..itu tugas kuliah ya yan??

      tapi bagus bgt kok, aku jadi tau tentang Hypodermic Needle Theory..

      nice posting temand..

      BalasHapus
    11. Info yg menarik mas,semoga sukses selalu...:D

      BalasHapus
    12. walah ini bahan ujian kenapa sampe nangkring dsini to yohh, mumet diriku mbacane mas'e huehehe iseng amat seh

      BalasHapus
    13. berkunjung untuk meneduhkan hati

      BalasHapus
    14. wah tugas kuliah.. hahaha
      teori yang menarik.. nice.. :D

      BalasHapus
    15. thanks infonya

      BalasHapus
    16. nice blog gan..izin copas ya gan buat tugas juga.heehehe

      BalasHapus
    17. postingan yg bagus...sangat berguna bagi para pencari tugas yang instan... hehehehehhhh.... thanks yooo atas postingannya....

      BalasHapus

    Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
    Sekian dan Terima Kasih