4 Cara Iklan di Google untuk Meningkatkan Return On Investment (ROI)

Bagaimana meningkatkan ROI dari iklan di Google AdWords? 

Satu atau dua tahun setelah meluncurkan Google AdWords, Google mulai menjual iklan di plaform Google Display Nerwork (GDN)

Google Display Network merupakan sekumpulan atau jaringan website yang sudah berpartner dengan Google. Artinya, kita sebagai publisher akan dapat memasang iklan di Google AdWords dan ditampilkan pada website yang telah berpartner sebagai publisher Google.

Iklan yang muncul nantinya bisa dalam bentuk banner maupun text.

Ada beberapa poin penting untuk diketahui dalam Google AdWords, antara lain:
  • Owner website (publsiher) membuat konten dan ingin menghasilkan uang melalui trafficnya.
  • Kemudian pemiliki website menempatkan kode di situsnya, yang nantinya akan digunakan Google untuk iklan mereka.
  • Para pengiklan (advertisers) membayar Google untuk menempatkan iklan mereka pada situs tadi.
  • Google membagi sebagian pendapatan iklan tersebut dengan publisher.
Beberapa poin di atas adalah singkatnya proses iklan di Google Ads atau Google AdWords.

Namun yang sering dipermasalahkan advertiser adalah Return On Investment (ROI). ROI merupakan rasio uang yang diperoleh atau hilang ketika berinvestasi, dalam hal ini iklan di Google AdWords.
Cara menghitung ROI sendiri pada umumnya adalah (Total penjualan - investasi) / investasi x 100%.
Sebagai contoh: 
  • Penjualan= Rp 5.000.000
  • Investasi iklan= 2.000.000
  • Laba= Rp 3.000.000
  • Maka perhitungan presentasi ROI adalah ((5.000.000 - 2.000.000) / 2.000.000) x 100% = 150%. Jadi presentasi ROI-nya adalah 150%.

Publisher sendiri tidak tahu iklan mana yang akan muncul pada situsnya. Namun mereka percaya bahwa Google telah menyaring dan mengelola iklan dari advertisers

Google sendiri menyediakan empat strategi yang berbeda untuk menyeleksi penempatan iklan Anda di GDN.

1. Cara Iklan di Google dengan Managed Placement Targeting

4 Cara Iklan di Google untuk Meningkatkan Return On Investment (ROI)


Pada opsi ini, Anda memasukkan alamat website yang ingin Anda iklankan. Jika situs tersebut tersedia spot untuk iklan, maka Google akan menampilkannya di sana. Anda bahkan dapat menargetkan area tertentu dalam website tersebut.

Misalnya Anda memilih nytimes.com. Anda bisa memilih untuk menempatkan iklan Anda pada semua bagian dalam website tersebut atau hanya pada beberapa page seperti www.nytimes.com/section/technology saja. Ini adalah cara bijak untuk mengontrol budget maupun targeting iklan Anda.

2. Topic Targeting

Pada opsi ini, Anda dapat memilih kategori website untuk menampilkan iklan Anda. Jadi iklan Anda nantinya hanya akan tayang pada website atau situs yang relevan dengan topik yang Anda pilih. Semakin spesifik topik yang dipilih, maka semakin baik pula targeting Anda.

Misalnya, kategori "Arts & Entertainment" sangatlah luas, namun Anda dapat menelusuri kategori yang lebih spesifik misalnya "Arts & Entertainment > Entertainment Industry > Recording Industry > Record Label".

3. Cara Iklan di Google Adwords dengan Keyword Targeting

Topic targeting adalah cara tepat jika Anda memulai iklan di Google AdWords. Namun untuk hasil yang lebih baik lagi, targetkan menurut keywords (kata kunci).

Setiap halaman pada setiap lebih dari dua juta website di GDN telah diidentifikasi oleh Google dan memiliki tema sentral. Keyword inilah yang Anda gunakan dalam campaign iklan Anda untuk memberi tahu Google tema mana yang harus dicari. Ini bisa menjadi metode penargetan yang sangat tepat.

Ada tiga tipe penggunaan opsi keywords saat pasang iklan di Google AdWords

#1. Brand Keywords

Mengapa menargetkan nama merk (brand) Anda sendiri? Karena halaman di Display Network tempat orang membicarakan tentang Anda, produk Anda, atau bisnis Anda. Dan ini akan jadi tempat yang bagus untuk memunculkan iklan Anda. Terlebih jika brand Anda mendapat feedback positif, maka ini adalah tempat yang tepat bagi orang lain untuk melihat iklan Anda.

#2. Competitor Keywords

Bagaimanapun, memonitor pesaing bisnis juga perlu dilakukan. Termasuk dalam hal cara iklan di google adwords. Metode ini memungkinkan Google menemukan banyak halaman di GDN yang sedang membahas kompetitor Anda. Tak ingin terlewat, Anda pun juga disarankan untuk mengetahui keywords yang digunakan oleh pesaing Anda.

3. Non-brand Keywords

Penggunaan keywords ini tidak langsung tetarget pada nama produk Anda. Misalnya Anda mengiklan produk baju untuk wanita, maka Anda bisa memilih keywords seperti 'maxi dress' atau 'tank tops'. Google akan menampilkan iklan Anda pada halaman yang relevan dengan keywords tersebut.


4. Buat Iklan di Google dengan Behavioral Targeting

4 Cara Iklan di Google untuk Meningkatkan Return On Investment (ROI)


Google seolah-olah sudah mengetahui banyak tentang para penggunanya. Mulai dari situs favorit, video favorit, barang yang dibeli, jenis email, dan sebagainya.

Dengan menggunakan penargetan ini, Google akan menampilkan iklan Anda kepada orang-orang yang mereka yakini tertarik pada bisnis Anda, terlepas dari tempat atau lokasi situs berada.

Behavioral targeting atau penargetan perilaku ini memungkinkan Anda untuk menargetkan orang dengan dua cara, yaitu:

#1. Interest Targeting
Cara targeting ini adalah membidik pengguna Google yang menurut data mereka memiliki minat pada bidang atau produk yang Anda jual, baik itu minat jangka pendek maupun jangka panjang.

#2. Perilaku Masing-Masing Orang pada Website Anda
Ini bisa dilakukan seperti remarketing atau membidik mereka yang telah berinteraksi pada iklan Anda, pembaca setia website Anda, dan sebagainya.

Ada dua jenis yang utama pada saat memilih interest targeting, yakni:


#1. Affinity Targeting
Disinilah Anda menargetkan orang berdasarkan perilaku jangka panjang mereka (pengguna) selama berbulan-bulan. Ini memperhitungkan jenis situs web yang pernah mereka kunjungi dan pencarian yang mereka lakukan. Google telah memecah pasar yang tersedia menjadi sekitar 100 segmen. Contohnya adalah pecinta musik atau pecinta mobil.

#2. In-Marketing Targeting
Tidak seperti pada poin di atas, pada poin ini adalah menargetkan orang berdasarkan perilaku online mereka hanya dalam waktu pendek, satu hingga dua minggu terakhir. Ini termasuk pencarian yang mereka lakukan, situs yang dikunjungi, bahkan email yang mereka terima. Beginilah rahasia Google mengetahui apa yang ingin Anda beli dalam waktu dekat.

Jenis targeting utama lain disebut dengan remarketing (kalau dalam Facebook Ads biasanya disebut dengan retargeting), dan ada lima jenis yang bisa Anda gunakan antara lain:

#1. Basic remarketing. Disinilah Anda akan menampilkan iklan Anda kembali ke pengunjung sebelumnya berdasarkan tindakan yang mereka lakukan pada situs Anda.

#2. Youtube remarketing. Jika Anda menjalankan video dalam bentuk iklan, Anda dapat menargetkan ulang kepada setiap orang yang melihat, memberi komentar, atau menyukai video Anda.

#3. Customer match. Melalui fitur ini, Anda dapat mengunggah file .csv seperti alamat email, dan yang dikenali Google akan ditargetkan pada iklan Anda.

#4. Dynamic remarketing. Jika Anda memiliki ecommerce dan terhubung ke akun AdWords, Anda dapat menampilkan iklan yang menampilkan produk tertentu yang hanya akan dilihat pengunjung di situs Anda.

#5. Similiar audience atau audience yang mirip. Jika Anda telah memiliki remarketing list sebanyak 20.000 orang, Anda dapat memilih target pengguna Google lain yang hampir sama dengan list Anda. Google melihat ribuan titik data dan memberi Anda daftar baru, 5-10 kali lebih besar dari data Anda.

Bagaimana dengan ROI? ROI Anda akan berlipat-lipat lebih besar apabila melakukan penargetan dengan tepat pada saat beriklan. Cost iklan semakin kecil namun konversi yang dihasilkan semakin tinggi.

Apakah Anda tertarik untuk mulai pasang iklan di Google Adwords?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Cara Iklan di Google untuk Meningkatkan Return On Investment (ROI)"

Posting Komentar

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih