Sikap Yang Tepat dalam Mencari Rezeki

Sikap Yang Tepat dalam Mencari Rezeki - Bagaimana sih sikap yang tepat dalam mencari rezeki yang halal? Ini adalah sebuah tulisan lama yang mungkin bisa bermanfaat untuk saya dan kita semua.

Tentu yang menentukan adalah Dia yang Maha Segalanya.

Tapi usaha tetap ada pada diri kita semua. Ketika berbicara rezeki, pasti semua menginginkannya. Baik itu rezeki lahir maupun batin.

Namun bagaimana untuk mendapatkannya?

Bagaimana sikap yang tepat dalam mencari rezeki yang baik?

Berikut ini adalah sebuah tulisan menarik dari saudara Army Alghifari, yang mungkin saja bisa memberikan kita pencerahan dalam memaknai sebuah cara unuk mencari rezeki.

=========================================================================
Sikap Yang Tepat dalam Mencari Rezeki

Dulu saya diajari oleh salah seorang pelatih bisnis, bahwa yang membuat kita sulit mendapatkan rezeki, adalah karena diri kita sendiri.

Tuhan sudah membuka jalannya, namun kita yang tidak "ngeh" dan siap untuk menjemput. Contoh kongkrit hal-hal yang bisa menciptakan bala/ menolak rezeki :

1. Mencari nafkah dengan perasaan terpaksa, tertekan, marah-marah.
2. Merasa selalu miskin, tidak menghargai uang sendiri yang sudah didapatkan berapapun besarnya, tidak bersyukur.
3. Punya self-talk terhadap diri sendiri bahwa kalau jualan itu kesannya memperdaya orang lain, membohongi orang, nge-trik orang.
4. Tidak mau silaturahim dengan orang lain.
5. Selalu berbicara hal negatif sepanjang hari.
6. "Melarikan diri" dari kenyataan kepada hal-hal spiritual. Jangan salah tangkap, maksud saya ini adalah orang yang usahanya saja kurang, tapi selalu menyalahkan Tuhan atas nasibnya.

Misal: "Ah memang saya diciptakan hidup susah oleh Tuhan, biarin aja hidup susah yang penting sholat terus, dan sebagainya."

Seolah-olah kata-katanya baik, tapi mengandung tuduhan kepada Tuhan bahwa Tuhan memang membuat dia susah.

7. dsb.

Coba Anda mulai teknik yang saya lakukan terhadap diri saya sendiri beberapa tahun terakhir untuk menyelesaikan banyak masalah:

1. Mengubah self-talk

Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda bicara dengan diri sendiri, dalam hati? "Waduh tagihan datang! Gimana bayarnya?"

Pas lagi nyetir motor, pikiran melayang, "Gimana beli susu anak nanti malam?" atau self talk yang lain.

Self talk ini memegang peranan penting dalam perbaikan mindset.

Setiap saya mengalami masalah, dan tiba-tiba saya self talk, saya mulai untuk terlebih dulu menyadari bahwa saya sedang self-talk. Lalu saya mengucapkan mantera.

Misal begini kejadiannya:

Self talk: "Saya kayaknya nggak bisa deh untuk dapat ____ per hari"
Mantera: "Saya mengizinkan diri saya untuk mendapatkan ____ per hari, insya Allah"

Ucapkan dengan sungguh-sungguh juga dalam hati. Self talk negatif dilawan self talk positif.

Ini mungkin hal sederhana, tapi percayalah, dari seluruh isi buku-buku motivasi apapun, mantera ini paling ampuh.

Kenapa?

Karena seringnya yang menghambat diri sendiri untuk maju bukanlah orang lain atau faktor luar, tapi diri sendiri!

Self talk : "Ah kayaknya saya nggak bisa nikah akhir tahun ini, nggak ada yang mau sama saya"
Mantera : "Saya mengizinkan diri saya untuk nikah akhir tahun ini, insya Allah"

2. BERHENTI bicara hal negatif

Membicarakan hal negatif itu membawa aura negatif dalam diri. Anda sedang menarik hal positif, tapi tubuh Anda menolak itu semua, gimana bisa masuk?

Saya disadarkan ini oleh anak saya sendiri.

Pada saat saya menyetir, lalu terjebak dalam kemacetan, saya sering kesal dan ngomel-ngomel sendiri.

Tanpa saya sadari, beberapa waktu kemudian, anak saya ikut kesal kalau ada macet. Pokoknya emosinya dia jadi nggak beraturan, padahal sebelumnya biasa aja!

Gila, emosi itu contagious, menular.

Mengendalikan emosi negatif susah minta ampun. Di rumah pun begitu, kalau emosi saya negatif, otomatis anak saya terbawa-bawa.

Sebaliknya kalau kita bawa perasaan positif, semua ikut positif. Rasanya semuanya under-control. Winning campaign gampang ditemukan.

Supplier yang baik berdatangan. Entah gimana cara kerja hukum Tuhan ini, tapi itu benar-benar nyata.

Menghilangkan emosi negatif, ini hal tersulit yang harus saya kerjakan, karena dulu saya sangat hobi bicara hal-hal negatif tentang politik.

Menghilangkan itu semua, berat. Pikiran saya jadi penuh dengan hal-hal negatif.

Alhamdulillah puasa medsos, hal-hal ini berkurang signifikan.

Lagi-lagi, positive self talk menjadi andalan. "Saya hanya mengizinkan hal positif yang masuk dalam diri saya"

Selain itu, terapi yang ampuh adalah meng-unfollow dan meng-unfriend orang-orang yang jadi produsen energi negatif.

Percayalah, ini betul-betul terapi yang nyata.

3. Bersyukur dan berterima kasih

Ini attitude SANGAT PENTING dalam hidup. Banyak orang yang tidak tahu cara bersyukur dan berterima kasih, akibatnya kehidupannya terpuruk. Sebutkan saja 1 orang sukses yang Anda kenal dan tidak pernah bersyukur dan berterima kasih. Pasti tidak ada.

Diberi rezeki berapapun, disyukuri. Orang yang menjadi jalan rezeki kita, ucapkan terima kasih. Dari semua attitude positif yang ada, saya paling menekankan ini pada anak saya.

Jangan lupa terima kasih. Bayar tol, terima kasih. Makan di resto fast food, bereskan sendiri makanan Anda, buang ke tempat sampah. Kalau dibantu pegawainya, ucapkan terima kasih.

Nggak perlu lebay, pake beribu-ribu terima kasih sampai dipeluk segala. Ucapkan aja dengan tulus, terima kasih ya. Orang lain paham kok kalau kita tulus.

Kalau orang sudah bantu kita, jangan ditusuk dari belakang.

Ini namanya tidak tahu berterima kasih.

Orang yang seperti ini, tidak akan jadi manusia yang 'benar'.

Dimana-mana pasti dibenci. Masih lebih baik anjing, nurut sama tuannya dan bisa menjaga rumah.
=========================================================================

Semoga catatan di atas dapat membantu saya, Anda, dan kita semua untuk mendapatkan yang terbaik. Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur.

RELATED POST

Comments
8 Comments

8 komentar:

  1. Harus berpikir positif, yakin dengan usaha, enjoy dan tekun
    Betul kebanyakan orang merasa terpaksa ini akan membunuh semangat

    BalasHapus
  2. endingnya itu makjleb yaaa.. kadang kita punya pegawai tapi mereka nusuk dari belakang hahahah.. *ngelus dada*.. semoga rezeki hari ini dan hari selanjutnya lancar jaya :D

    BalasHapus
  3. setuju dengan point kedua.. berhenti bersuudzon ya mas karena pikiran tersebut akan mempengaruhi alam bawah sadar kita dan akhirnya rezeki beneran pas-pasan. naudzubillah. thanks share nya mas nice article

    BalasHapus
  4. Omg I need this! Pos ini buat aku bgt... sedang berusaha memperbaiki diri. Judulnya narik perhatian. Pas klik dan baca bener aja.. ini yg aku butuhin..

    BalasHapus
  5. Tulisan ini jadi catatan juga untuk diri saya. Terima kasih atas sharingnya mas :D

    BalasHapus
  6. Rajin bersyukur membuat proses mencari rizki lebih tenang dikasih banyak syukur dikasih dikit syukur yg penting ikhtiar maksimal sudah dilakukan

    BalasHapus
  7. self talk, keliatan mudah tapi pelaksanaannya harus sering diingetin ya. intinya positif thinking untuk positif life :)

    BalasHapus
  8. bersyukur terhadap rezeki yang diberikan sekarang itu emang syarat diberikan rezeki lebih oleh Allah mas.. masyaallah..

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih