Bad News is Good News, Bisa Dipake Gak?

Sudah pernah mendengar kata bad news is good news? Atau justru kalian sering menerapkannya untuk menghasilkan sesuatu?

Kalau sudah akrab dalam dunia tulis menulis, hampir pasti terbiasa mendengar istilah itu.

Kabar buruk adalah berita yang baik. Kurang lebih mungkin bisa diartikan seperti itu.

Dulu seingat saya pas masih jaman kuliah, istilah bad news is good news sering dialamatkan pada jurnalis atau media.

Yang berarti bahwa media atau jurnalis, selalu mengambil kabar atau memberitakan dari sisi buruk. Dan ini adalah kabar ‘baik’ bagi media.

Tujuannya tentu adalah karena untuk rating atau menarik minat banyak penikmat media.

Apakah para media atau jurnalis masih menerapkan ini? I Don’t Know.. tanya mereka langsung aja ya..

Tapi terkadang, saya masih melihat beberapa artikel (khususnya media online) yang menganut paham Bad News is Good News. Setidaknya itu menurut saya.

Contohnya artikel yang saya sekrinsut di bawah ini..

Bad News is Good News, Bisa Dipake Gak?


Bagi saya, judul artikel tersebut sudah Bad News dan ini lebih mengarah ke CLICKBAIT. Eh, bener gak ya?

Terlebih dengan adanya kata ‘PEMBUNUH’.

Ringkasan #kronologis insiden ini adalah…

Ramon Rodriguez yang merupakan bek Persela Lamongan, secara tidak sengaja bertabrakan dengan kipper dari sesama tim, Choirul Huda. Dari hasil rekaman terlihat bahwa bagian kaki (lutut) Ramon bertabrakan dengan bagian dada dari Choirul saat (Ramon) berusaha berebut dan menghalau bola dari lawan.

Akibat tabrakan tersebut, Choirul sempat pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Namun takdir berkata lain, nyawa sang pengawal mistar tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut tak tertolong.

Akibat dari insiden ini, Ramon dituduh sebagai ‘pembunuh’!.. Tapi jujur, saya tidak tahu siapa yang menuduh si Ramon.

Ok, sekarang saya coba cek dengan melihat value berita (News Value yang saya inget saja sih J). Yang terdiri dari;

  • Signifikansi (Pentingnya Sebuah Berita) – Seberapa penting sebuah berita untuk mempengaruhi khalayak.
Bagi saya, tentu kalimat atau judul artikel di atas akan sangat besar mempengaruhi khalayak, terutama penggemar klub sepak bola di Indonesia, khususnya tim Persela Lamongan.

Menurut saya bahwa insiden seperti ini sangat mungkin terjadi di sepak bola maupun olahraga lain. Dan ini adalah TAKDIR. Saya jadi teringat akan insiden MotoGP Crash di Sepang antara beberapa rider (yang saya inget adalah Valentino Rossi dan Marco Simoncelli), yang mana Simoncelli akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Mari coba kita lihat headline masing-masing berita yang berhasil saya kumpulkan.

Bad News is Good News, Bisa Dipake Gak?

Bad News is Good News, Bisa Dipake Gak?


Bad News is Good News, Bisa Dipake Gak?

Adakah perbedaan menurut kalian?

  • Actuality - Benar sekali, berita tersebut masih aktual karena baru terjadi beberapa hari yang lalu.
  • Prominence (Tenar) – Siapa Choirul Huda pasti sudah tidak asing bagi penggemar sepak bola Tanah Air, apalagi pendukung setia Persela Lamongan.
  • Human Interest – Tentu, ketertarikan banyak orang akan berita tentang Choirul Huda ini adalah karena sosoknya yang loyal dengan Persela sejak tahun 1999.
  • Impact – Dan inilah yang saya khawatirkan, membuat pengaruh yang kurang baik bagi si Ramon sendiri. Semakin banyak yang mencibir dan memojokkan bek tersebut.

Bukan hanya berita tentang meninggalnya Choirul Huda ini saja, masih banyak beberapa media lain yang hampir sama penulisan artikelnya yang mengarah seperti di atas.

Apa sih tujuannya?

Ya itu tadi, bukan rating ya traffic (media online).

Dan yang membuat saya semakin mengelus dada, sumber berita itu adalah sosial media. Aduh dek..

Apakah ini juga termasuk Bad News is Good News?


RELATED POST

Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. saya ga setuju sama judul-judul iklan yang beredar sekarang ini. Isinya itu lho, ntah apa-ap! T.T

    BalasHapus
  2. ulasan yang cerdas yan, btw bener itu namanya clickbait

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih