Cara Cepat Kaya dari 6 Miliader Muda Ini Tidak Harus Ditiru

Cara cepat kaya dari sejumlah miliader muda ini memang tidak lazim. Namun, apakah langkah mereka patut untuk ditiru?


Cara cepat kaya dari sejumlah miliader muda ini memang tidak lazim. Namun, apakah langkah mereka patut untuk ditiru?
Chairman and CEO of Facebook, Mark Zuckerberg ©SheLeadsAfrica.org


Apakah kamu sekarang sudah punya akun facebook?

Atau mungkin bahkan sumber pendapatan kamu saat ini adalah dengan berjualan di facebook?

Ya. Selain sebuah berfungsi sebagai media sosial, facebook kini juga bisa dijadikan ladang pendapatan bagi sebagian orang.

Dan kamu mungkin sudah sering mendengar bahwa pembuat facebook adalah Mark Zuckerberg. Seorang pria muda nan kaya dan tampan dengan gaya hidup yang sederhana.

Siapa sangka, kesuksesan seorang Zuckerberg dimulai ketika ia memutuskan untuk dropout kuliah di Harvard University tahun 2005 silam. Sejak saat itu, facebook yang dikelolanya benar-benar menjadi 'penguasa dunia' hingga sekarang.

Bagi saya, itu adalah sebuah cara cepat kaya yang diambil oleh Mark. Tentu, langkah tersebut diambil bukan spontanitas melainkan dengan pemikiran yang matang dilengkapi dengan ide, kreatifitas, dan fokus untuk berkembang.

Bahkan, nilai kekayaan dari Mark Zuckerberg di tahun 2017 ini telah mencapai 66,7 miliar dolar AS atau kurang lebih 857,2 triliun rupiah. WOW.

Meskipun pada akhirnya, Mark Zuckerberg kembali melanjutkan kuliahnya di Harvard University dan dinyatakan lulus tahun 2017.

Mark ternyata tidak sendiri dalam mengambil cara cepat kaya yang tidak umum tersebut. Ada 6 miliader muda lain yang sukses setelah memilih dropout dari bangku kuliah. Siapa saja mereka?

1. Penggusur BBM Karya Jan Koum


CEO of WhatsApp & Managing Director in Facebook, Inc ©CNBC.com

Hari gini kagak punya WhatsApp (WA)? Dasar Kudet!

Pasti sudah banyak yang punya WA kan?

Ya, ini adalah jasa dari Jan Koum. Pada tahun 2009 lalu, pria kelahiran Ukraina, 24 Fefbruari 1976 ini mendirikan sebuah pengirim pesan yang suatu saat bisa membunuh BBM (BlackBerry Messenger) yang dinamakan WhatsApp bertepatan pada hari ulang tahunnya.
Dan terbukti, pamor dari WA yang ia dirikan bersama Brian Acton akhirnya bisa menggeser BBM. 

Koum adalah pria lain yang meraih kesuksesan setelah dropout kuliah. Nilai plusnya, ia juga meraih kesuksesan masih pada usia muda.

Nama besar WhatsApp lahir dan sukses setelah Koum dropout dari San Jose State University karena masih bekerja di Yahoo ketika itu. 

Karena peran WhatsApp yang semakin penting dalam perkembangan social networking, maka Mark Zuckerberg tertarik untuk mengakuisisi WhatsApp untuk bergabung dengan kerajaan facebook. Koum akhirnya menerima bujuk rayu Mark Zuckerberg untuk menjual WhatsApp padanya dengan nilai 19 miliar dollar di tahun 2014 lalu. 

Salah satu cerita unik dari Jan Koum dan rekannya Brian Acton, keduanya sempat ditolak bekerja pada twitter dan facebook di tahun 2009. Bayangkan kalau saat itu facebook dan twitter menerima lamaran kerja keduanya, mungkin platform WhatsApp belum diketemukan karena keduanya menjadi karyawan biasa. 

Dunia ini memang indah ya...

Menurut Forbes, kekayaan Jan Koum pada tahun 2017 ini mencapai 9,8 miliar dollar. Ada yang bisa menghitung berapa kalau dirupiahkan?

2. Indahnya Bermusik ala Daniel Ek


CEO and Founder Spotify ©Billboard.com


Suka mendengarkan musik? Apakah suka juga dengan Spotify?

Ya, ini adalah platform streaming musik hasil ide kreatif dari Daniel Ek bersama Martin Lorentzon yang dibuat pada tahun 2006 dan bisa digunakan secara legal pada tahun 2008.
Daniel Ek juga pernah menimba ilmu Royal Institute of Technology dengan mengambil jurusan teknik. Namun, ia berada di sana dengan waktu yang cukup singkat, hanya delapan minggu.

Meski begitu, Daniel merupakan orang yang kreatif dan pintar. Dan dari sini lahirlah platform streaming musik yang bakal mendunia.

Pria yang lahir di Swedia, 21 Februari 1983 ini rela merogoh kocek pribadinya lebih banyak untuk mengembangkan spotify. Dan ia tidak terburu-buru dalam peluncuran platform ini. Hal itu dilakukannya karena ingin bekerja sama lebih dulu dengan label rekaman.

Setelah sukses di daratan Eropa, Spotify juga berhasil meraih kesuksesan di benua Amerika.

Bahkan pada bulan Maret 2017 lalu, Spotify berhasil menjaring 50 juta pelanggan berbayar. Jumlah tersebut telah berhasil mengalahkan raksasa di plaform yang sama sebelumnya, iTunes milik Apple.

Raihan Spotify ini tentu berdampak pada finansial Daniel EK. Menurut catatan wikipedia per 2017, kekayaan ayah dengan 2 anak tersebut mencapai 800 juta dollar. 

Sudah bisa bayangkan berapa jumlah lemari yang bisa muat uang dengan jumlah tersebut?

3. Matt Mullenweg dengan WordPressnya


Pendiri Wordpress, Matt Mullenweg ©Wikipedia

Hayo ngaku, siapa yang dulu sering curhat di blog? SAYA. Betul sekali, saya dulu memanfaatkan blog untuk menuliskan kisah kehidupan saya sehari-hari (selain melalui social media).


Kehadiran blog ini tak lepas dari jasa Matt Mullenweg. Karena berkat pria bernama lengkap Matthew Charles Mullenweg inilah salah satu platform blog terbesar lahir, Wordpress.

Pada tahun 2002, Matt ingin mempublikasikan foto-foto perjalanannya ke Washington DC dan dipilihnya blog b2cafelog. Tapi sesaat setelahnya, platform tersebut tidak lagi digunakan.

Setahun setelah setelahnya, pria yang lahir di Houston, Texas 11 Januari 1984 mengembangkan software tersebut dan berkembang hingga akhirnya menjadi Wordpress seperti sekarang.

Di balik proses tersebut, Matt rupanya sempat mengenyam pendidikan di University of Houston untuk mengambil jurusan ilmu politik. Tapi ia memutuskan untuk berhenti dari kuliah dan memilih mengembangkan wordpress lebih besar lagi. Dan hasilnya seperti sekarang.

Menurut data The Richest tahun 2015 silam, kekayaan Matt mencapai angka 40 juta dollar. Sementara Wordpress mencapai 1.16 miliar dollar.

4. Linimasa Tercepat Arahan Jack Dorsey


CEO of Square Inc. dan Twitter, Jack Dorsey ©Nasdaq.com


Sering bukan mendegar istilah seperti mention donk, apa yang hashtag yang populer, atau lihat deh tweetnya.

Yes, Jack Dorsey adalah salah satu kreator dari Twitter, salah satu platform social media yang cetar membahana pada tahun 2006. Dan awal tweet darinya adalanh "just setting up my twttr" pada 21 Maret 2006.

Berkat social media ini, mungkin Anda lebih akrab dengan yang namanya mention atau hashtag.

Lagi, Jack Dorsey adalah salah satu orang sukses yang juga berawal dari drop out kuliah. Pria yang lahir 19 November 1976 ini sempat kuliah di Universitas Sains dan Teknologi Missouri.

Tapi kemudian Jack pindah ke Universitas New York dan di sinilah ide awal pembuatan twitter melalui acara diskusi bernama Odeo. Hingga akhirnya Jack Dorsey memutuskan untuk tidak melanjutkan bangku kuliahnya untuk mengembangkan twitter.

Kini, kekayaan dari Jack Dorsey tercatat Forbes di tahun 2017 ini mencapai 2 miliar dollar. Ada yang ingin ikutan berhenti kuliah dan meraih miliaran dollar?

5. Menyimpan Data Serapi Arash Ferdowski 


Co-Founder, Dropbox ©Forbes

Kesulitan untuk menyimpan data? Gunakan DropBox!

Ya, DropBox adalah sebuah layanan penyimpanan dan backup secara online. Layanan daring ini diciptakan oleh dua pemuda yang hebat dan nan jenius. Yaitu Drew Houston dan Arash Ferdowski.

Yang membedakan keduanya adalah jika Drew Houston berhasil menyelsaikan kuliahnya di Massachusetts Institute of Technology sarjana ilmu komputer, sementara Ferdowski tidak. Pria keturunan Iran itu memilih untuk berhenti kuliah dan fokus mengembangkan DropBox bersama Houston.

Berkat DropBox inilah, Arash Ferdowski mendapatkan pundi-pundi kekayaan. Hingga tahun 2015 lalu, kekayaan dari co founder DropBox yang lahir pada 7 Oktober 1985 tersebut mencapai 500 juta dollar.

Tertarik untuk mengiktu jejaknya?

6. 'Penguasa' Awan, Aaron Levie


CEO at Box, Aaron Levie ©Inc.com

Awal mula kisah miliader muda ini ketika mendapat tugas kuliah tentang perkembangan penyimpanan data digital di beberapa perusahaan. Dia adalah Aaron Levie.

Berawal dari tugas tersebut, pria kelahiran 27 Desember 1985 ini menemukan peluang besar dalam bidang ini. Akhirnya, ia tertarik lebih fokus terjun di bidang penyimpanan data digital hingga akhirnya ia memutuskan untuk drop out dari University of Southern California tahun 2005.

Namun, ia percaya dan menekuni apa yang telah diyakininya tersebut, peluang bisnis penyedia layanan penyimpanan data pada komputasi awan atau yang sering disebut cloud storage dengan nama perusahaan Box.

Hingga sekarang, sumber pendapatan Aaron juga semakin tebal berkat Box. Dikutip dari berbagai media, kekayaan pria yang lahir di Colorado, Amerika Serikat ini mencapai 100 juta dollar atau sekitar 1,3 triliun rupiah. 


Perlukah Ditiru Sebagai Inspirasi?



Cara Cepat Kaya dari 6 Miliader Muda Ini Tidak Harus Ditiru
Apakah harus dropout dulu biar sukses? ©Inc.com

Tentu kisah dari miliader-miliader tersebut bisa membawa cerita inspirasi dan motivasi bagi kita untuk meraih kesuksesan materi di usia muda.

Cara cepat kaya yang diartikan disini adalah bahwa dropout adalah pilihan yang benar-benar tepat dilakukan oleh miliader muda tadi. Tapi apakah harus dropout untuk menjadi kaya? Sama Sekali TIDAK!!

6 miliader di atas adalah contoh dari orang-orang yang fokus dan tidak mudah menyerah. Tentu bukan langkah biasa jika harus mereka memilih dropout dari kampusnya.

Sebelum berhenti kuliah, miliader tersebut memiliki ide yang cemerlang, peluang yang benar-benar lebar, dan fokus pada apa yang ingin dikembangkan. Kesuksesan adalah bonus dari pilihan mereka.

Bagaimana dengan kita?

Pastinya, saya tidak ingin menyerukan untuk segera dropout dari kampus karena itu memang bukan cara cepat kaya pilihan kita. Ada banyak hal yang harus kita miliki sebelumnya jika benar-benar ingin keluar dari kampus.

Namun yang pasti, dropout belum tentu menjadi cara cepat kaya bagi seseorang, namun mencari ilmu setinggi-tingginya adalah wajib.

RELATED POST

Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Emmm kiranya perlu ditiru untuk bisa mendapatkan solusi terbaik. dengan adanya cerita diatas menjadi motivasi yaaa

    BalasHapus
  2. mereka drop out aku rasa karena passionnya. kerja terus lupa waktu dan ngabisin waktu buat riset tech jadi kuliah terabaikan
    makanya meskipun drop out berhasil
    jadi kesimpulannya penyebab drop out jangan karena males dan hidup gajebo ya :)

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih