Anugerah Terindah


Blogging, kadang membuatku merasa bosan. Bagaimana tidak bosan, nulis sepertinya nggak ada yang bermakna. Semua tulisanku sepertinya hanya secuil arti, tak seperti tulisan-tulisan cerdas Kang Budiawan Hutasoit, yang selalu bermakna dalam setiap kata yang ia tulis. Kadang aku ingin menulis sebuah tulisan yang konyol, bisa bikin perut ketawa mules. Aneh, tak pernah kudapati insipirasinya. Beda dengan sosok Jonk dan Si Itik Bali yang selalu meraih inspirasi-inspirasi kocak dalam ceritanya. Dalam keadaan yang genting ini, dimana kesulitanku dalam meraih imajinasi, aku sebenarnya ingin mencurahkan apa yang ada dalam benakku ini pada sahabat blogger. Tapi sulit, sulit rasanya merevolusi jeritan dari hati membentuk kata-kata yang ditulis nan elok. Aku iri melihat Ranie di blognya selalu dapat merubah curhat dalam tulisannya yang apik. Cerita-cerita yang kubuat pun kadang-kadang bikin aku bosen sendiri ngeliatnya. Anehnya, kenapa aku tidak bisa seperti dia. Aku haruslah jadi aku, tapi aku juga ingin seperti mereka.

Romansa, sebuah tema yang rasanya begitu dalam ingin kuangkat, tapi kembali lagi, tak ada objek yang seperti Nitnot perlihatkan. Begitu romantis kisahnya yang ia tulis. Dalam kisah romansa biasanya sering diikuti puisi dibelakangnya. Aku secara diam-diam mengintai kelihaian Buwel dalam merangkai potongan kata dan melingkar rapat menjadi bujuran bait-bait puisi yang indah nan elok, agar dalam segejap aku dapat menjadi kurir pribadi sang pujangga Kahlil Gibran ataupun secakep William Shakespeare. Lain halnya romansa puisi, tema persahabatan sepertinya tak kalah seru. Nah, forum facebook Yoyok kucoba jadikan patokan dalam berkelana mengitari dunia tanpa tapal batas sang maya. Sulit masih. Kegiatan menulis setiap hari yang dilakukan Attayya juga terlalu berat memenuhi deadlinenya. Dan di suasana yang masih patah arang ini, kutemukan sosok Eri Communicator sebagai penyemangat melalui berbagai tulisannya yang begitu memacu kembali semangatku. Tidak hanya itu, Bunda Azka yang selalu penuh kasih sayang kepada litle princessnya, mengingatkanku akan ibu yang selalu mewanti-wanti agar kelak aku dapat berguna di mata orang. Setelah berkonsultasi sejenak dengan Si Embah yang juga calon psikiater, akhirnya kutemukan kembali jalan terang dijauhan ocean. Para inspirate di atas selanjutnya kujadikan sosok yang mirip lampu kota di atas gapura-gapura pintu masuk areal ibu kota. Dimana setiap saat ia selalu dapat menerangi jalan ini yang kadang bergelombang di malam yang temaram.
Ketika kudapat meraih puncaknya, dengan terseok-seok jadwal yang semakin merapat, kurengkuh aurora melebihi warna mejikuhibiniu yang menyibakkan pupil dan retina dan yang amat menyenangkan hati ini.


Buah-buah kembaran mirip Piagam Ambarawa yang melegenda ini menuntunku menjadi sosok yang menjadi diri sendiri. Sebuah anugerah dari Mellyta, Anak Nelayan, Sang Cerpenis, Siak Bunga Raya mengingatkan padaku akan beberapa hal kekurangan buruk yang aku miliki. Dan semacam inilah yang harus kuperbaiki.

  • Sering kali aku lupa akan Dia. Dia yang jauh disana selalu mengintaiku. Padahal aku ada berkat adanya Dia.



  • Jika tidur mirip Jack Sparrow sedang mengelus kumisnya, selalu dan selalu saja membuat onar. Akulah sang kreator “pulau” di malam hari.hehehehehe.



  • Manakala frustasi, selalu amarah yang mendahului, tak ayal ku banyak "musuh" yang suatu saat mungkin akan menuntut pembalasan.



  • Malas menatap sang surya berkokok dipelupuk timur, dan semakin menggeliat di ranjang rapuh menikmati alam bawah sadar.



  • Kurang menghargai kaum hawa yang terlihat memang “menakjubkan”. Dan kadang bermata sirik kepada mereka yang sering berkoar-koar emansipate. Sorry yak.



  • Selalu menyusup dibalik rerimbunan ketika aku menjadi saksi bisu suatu fakta. Dan sekalipun jarang mengekspos diri.



  • Kadang-kadang, terlalu sering bahkan, berpikir nyaring santai, sehingga yang acap terjadi hanyalah kesempatan melintas sambil melirik dengan penuh nada picik, “percum tak bergun”.



  • Sering menderita penyakit yang wajar adanya, “Boring Syndrome”. Penyakit seperti ini yang sering menyapaku jengkel, akupun tak mengenal lagi budaya-budaya lamaku, mungkin seperti mengidap amnesia sementara.



  • Memandang kerdipan satu mata pekerjaan yang kurasa mirip kerjaan anak TK, playgroup bisa jadi. Padahal disitu aku tahu jika didalamnya terdapat ribuat sciens yang begitu terpelajar rapat menyembunyikan diri hanya sebagai akar.



  • Dan yang terakhir ini adalah yang paling utama, menurutku. Selalu compang-camping ber”fashion” tak pernah sekalipun terbesit perasaan menjadi lebih baik, yang sering merangkum hanyalah selalu berpola “apa adanya”, dan tanpa sekalipun “ada apanya”.


Semoga apa yang dianugerahkan Mellyta, Anak Nelayan, Sang Cerpenis, Siak Bunga Raya kepadaku akan dapat sedikit perlahan merangkak sambil mengubah kebiasaan buruk yang sering menghambat diriku untuk kembali bermotto “Be Your Self”. Beberapa inspirateku diatas juga tengah aku ciprati titipan Award dan PR ini dengan mencantumkan 10 kebiasaan buruk sobat kepada 10 saudara sobat blogger.. Mohon terimalah dengan ikhlas.


RELATED POST

Comments
21 Comments

21 komentar:

  1. wah udah dipajang. aku juga punya kebiasaan buruk tapi untung gak dpt peer ini ya.

    BalasHapus
  2. pertamax.... :))
    wah sdh di ambil oarng pertamaxnya :|

    BalasHapus
  3. Hi..Hi sobat,thanks ya dah memposting namaku di Blog indahmu,tersanjung n terharu..haha..!
    Ternyata skrng Mell jadi lbh tau tentang dirimu..haha..km tu orangnya pasti asyiiik..!
    Thanks udah ngerjain PR nya,sukses sllu buat dirimu sobat..!

    BalasHapus
  4. maksih sob,ga nyadar kl dapet :(
    semoga semakin mempererat tali silaturahmi :o

    BalasHapus
  5. meriah euyyyyyyyyyy
    semangat terus jangan masa depan cemerlang sob

    BalasHapus
  6. yahh.. sekarang giliran elu yang dapat award, aku kapan ya?!?! xixixi,,,

    BalasHapus
  7. Semangat terus ngeblognya.... bikin artikel gak pernah kehabisan ide.....

    BalasHapus
  8. makasih banyak bro
    aku jadi tersipu malu-malu (kucing)

    BalasHapus
  9. Duuuuuh moso buwel dikatain seperti itu sob, tersanjung dan malu. bener malahan buwel itu mengidolakan tulisanmu kok sob.
    btw thanks awardnya....

    BalasHapus
  10. Mas..kalo bosen banyak blogwalking
    gak usah ngetik/nulis apapun
    nanti pasti nemu ide apa yang bakalan ditulis..
    tenang mas, Belanda masih jauh
    (ya iyalah...)

    selamat ya buat awardnya..

    BalasHapus
  11. hue..suntuk adalah penyakit dirikuh..
    hehehehe...

    BalasHapus
  12. pengen tahu tipsnya agar inspirasi selalu datang dengan indah dan gampang? caranya sangat mudah, cukup hargai tulisan yang anda lahirkan, minimal jangan dikomen jelek oleh diri pribadi..hehe

    BalasHapus
  13. katanya,... nggak pinter ngerangkai kata, loh,... yang di atas itu , siapa yang nulis?? Muantav bro,... kamu tidak pernah kehabisan ide. Award pertama itu saya rancang khusus loh.... Semangat terus.

    BalasHapus
  14. duch...
    makacih yach buat awaRd-na...
    emang ladang tetangga tuh kyaknya lebih ijo dech...
    nita ja pengen nulis kyak kamu...
    eh, km malah pengen nulis kyak aq...
    ^_^

    makacih yach...
    ntaR nita pasang ko awaRd-na...
    cekalian ma pR-na...
    thengkyu..
    ^_^

    BalasHapus
  15. selamat pagi sob
    sukses selalu ok
    nice artikle

    BalasHapus
  16. yah walaupun sedang agak gak mut, ayo tetap semangat :)

    selamat ewotnya bro, semoga makin semangat :D

    BalasHapus
  17. Selamat ya utk awardnya... Moga jadi makin semangat utk terus berkarya..

    BalasHapus
  18. nah itu pintar merangkai kata mas yanu.. tetap semangat yah..:)

    BalasHapus
  19. ingin tahu berita n sesuatu ttg malang http://www.malanggateway.com/

    BalasHapus

Silahkan meninggalkan jejak anda melalui komentar
Sekian dan Terima Kasih